Kamis, 03 Desember 2020

Meningkatkan Keterlibatan Siswa Secara Aktif Dalam Menentukan Proses Belajar "PGP-1-Denpasar-Kadek Yuliantari, S. Pd- 1.3- Aksi Nyata"

 

Meningkatkan Keterlibatan Siswa Secara Aktif Dalam Menentukan Proses Belajar di Kelas  VA SD Sathya Sai

Tahun Pelajaran 2020/2021

                                                              Kadek Yuliantari

CGP Angkatan 1 Kota Denpasar

1.      Latar Belakang  

Merdeka belajar lebih menitik beratkan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Keterlibatan siswa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar. Untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar dapat dilakukan secara individu maupun didalam kelompok. Dengan partisipasi aktif dari siswa dalam menentukan proses pembelajaran yang dilakukan akan sangat berpengaruh pada proses perkembangan berpikir, emosi dan social. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga dapat membuat siswa lebih aktif dan belajar untuk mengambil keputusan. Dengan gerakan merdeka belajar diharpakan dapat membentuk siswa yang memiliki profil pelajar Pancasila agar tercipta generasi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif, Bergotong royong dan Berkebinekaan global. Merdeka belajar juga  bisa melibatkan  siswa untuk berperan serta dalam menentukan proses pembelajaran yang akan dilakukan di kelas untuk membangkitkan kemampuan siswa bisa bernalar kritis untuk menentukan pembelajaran yang mereka akan lakukan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan siswa. Konsep merdeka belajar diharapkan dapat mendorong terciptanya suasana belajar yang menyenagkan dan berpusat pada siswa.

Keterlibatan siswa hanya bisa dimungkinkan jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi atau terlibat dalam proses pembelajaran. Tetapi kenyataannya yang terjadi saat ini proses belajar dikelas hanya guru saja yang menentukan apa yang akan dipelajari oleh siswa didalam kelas tanpa mengetahui apa yang siswa ingin pelajari. Disini siswa hanya menerima dan mengerjakan apa yang diberikan oleh guru. Dalam proses belajar mengajar sebelumnya juga, para murid diharuskan tunduk dan patuh pada peraturan dan prosedur yang kaku yang justru membatasi keterampilan berfikir kreatif. Dalam belajar, anak-anak lebih banyak disuruh menghapal ketimbang mengeksplorasi, bertanya atau bereksperimen.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda karena setiap anak yang dilahirkan keduania ini unik. Jadi pembelajaran yang dilakukan haruslah sesuai dengan kebutuhan siswa dan apa yang mereka minati. Untuk menciptakan suasana merdeka dalam belajar diperlukan sebuah perubahan dari  cara lama dimana guru yang menentukan proses pembelajaran yang diberikan pada siswa, dengan cara baru yaitu guru melakukan diskusi dengan siswa untuk menentukan peroses pembelajaran yang ingin mereka lakukan sesuai dengan minat anak-anak. Memang diperlukan kesabaran dan stimulai yang efektif untuk membangkitkan agar anak mampu untuk mengungkapkan pendapat dalam mengali potensi yang mereka miliki. Karena  bakat anak bisa tumbuh ketika anak sudah memiliki minat dan mau berlatih untuk mengasah keterampilannya. Dalam mengawali proses belajar, pendidik juga perlu memiliki kemampuan mendengar yang baik. Tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan mendikte anak-anak atas kehendak pendidik

 

2.      Dekskripsi Aksi Nyata

            Faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru. Guru berperan aktif menciptakan kelas yang komunikatif, dan sebagai fasilitator untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenagkan untuk siswa. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dikelas diharapkan dapat membangkitkan motivasi dari siswa agar dapat belajar sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

            Melihat kondisi siswa yang kurang aktif baik dalam sesi diskusi dan menaggapi pertanyaan guru, menjadi sebuah tantangan bagi guru untuk memahami kondisi dari siswa dan mencari solusi untuk bisa menstimulasi siswa dalam mengungkapkan pendapat dengan berani dan percaya diri. Dengan kondisi ini membuat siswa menjadi kurang trampil dalam mengungkapkan pendapat sangat berpengaruh pada ketrampilan siswa saat melakukan presentasi dan menceritakan hasil pembelajarannya. Komunikasi adalah hal yang sangat penting, apalagi program merdeka belajar dimana pembelajaran berpusat pada siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara maksimal sesuai dengan bakat dan minat

Agar tujuan pendidikan dapat dicapai  dengan baik maka dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah kerjasama antara seluruh komponen guru, kepala sekolah, lingkungan, siswa dan orang tua siswa agar dapat menyiapkan pembelakaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadi sebuah dukungan dalam mewujudkan tindakan untuk aksi nyata yang akan dilakukan. Adalah berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk agar mengetahui rancangan pembelajaran yang akan dilakukan, melakukan diskusi gabungan dengan guru-guru untuk menentukan langkah meningkatkan ketelibatan siswa secara aktif untuk menentukan proses belajar dikelas, berkoordinasi dengan orang tua untuk mendukung kegiatan yang akan diadakan, melakukan diskusi dengan siswa tentang pembelajaran yang diharapkan dan mereka ingin kerjakan/lakukan dan melaksankanan kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan anak-anak

            Dengan melibatkan siswa lebih banyak untuk berperan secara aktif dalam menentukan proses belajar dikelas menjadi tantangan baru buat siswa untuk memilih pembelajaran yang diharapkan didalam kelas. Pada awal kegiatan guru dan siswa melakukan pertemuan untuk membuat kesepakatan dalam kegiatan pembelajara yang akan dilakukan selama satu tema. Sebagai guru disini saya bersama-sama dengan siswa melakukan diskusi kecil untuk menentukan pembelajaran yang ingin mereka lakukan selama tiga minggu kedepan dengan menjabarkan tema yang ada dan kopetensi yang diharapkan untuk dicapai. Setelah itu siswa akan menentukan apa saja yang akan dan ingin mereka pelajari selama tiga minggu kedepan. Guru memberikan berapa stimulus untuk anak-anak mengeluarkan ide yang ada dalam diri siswa, Ide-ide mereka pun mulai muncul dan mereka mengungkapkan ide-ide yang kreatif. Ide-ide yang mereka ungkapkan dicatat oleh guru sebagai bahan untuk kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa selama tiga minggu kedepan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kesepakatan bersama.

            Setelah melakukan praktek ditingkat kelas dilanjutkan untuk berbagi hal positif dengan guru-guru di sekolah untuk menyatukan visi mencapai merdeka belajar dan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang diawali dengan mengali hal positif yang guru miliki dilanjutkan dengan membuat kegiatan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam menentukan proses belajar dikelas. Guru mencoba mengungkapkan apa yang akan dilakukan untuk melibatkan siswa dalam merancang pembelajaran yang akan dibuat. Setelah selesai pertemuan seluruh guru kelas mencoba untuk melakukan praktek baik dengan mengundang siswa melalui media zoom untuk menentukan kegiatan pembelajaran yang akan disepakati bersama sebagai langkah awal untuk menciptakan merdeka belajar.

3.      Hasil Aksi Nyata

Kegiatan pembelajaran yang telah disepakati dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah dirancang bersama-sama. Pada awal kegiatan proses pelibatan siswa dalam menentukan proses belajar dikelas siswa merasa cangung dan masih malu-malu mengungkapkan pendapat mereka karena belum terbisa. Tapi sekarang anak-anak sudah merasa lebih berani dan lebih percaya diri dalam mengungkapkan ide-ide yang mereka miliki. Walaupun belum mencapai 100% tertapi setidaknya sudah mulai muncul rasa percaya diri, semangat dalam mengikuti pembelajaran.  dan sudah berani belajar untuk mengambil keputusan sendiri.

 

4.      Pembelajaran yang didapatkan

Dalam pembelajaran terkadang ada keberhasilan dan kegagalan yang terpenting sebenarnya adalah proses bukan hasil akhir. Dalam keberhasilan yang terjadi merupakan sebuah respon positif yang patut di lakukan secara berkelanjutan dalam mendukung hal-hal positif untuk perkembangan siswa secara maksimal. Dalam sebuah keberhasilan ini tidak terlepas dari rasa ingin tau dan pikiran kritis dari dalam diri mereka. Kegagalan yang terjadi tidak semata-mata karena anak-anak atau guru yang tidak berhasil tetapi diperlu sebuah proses yang lebih untuk membangkitkan semangat dalam diri siswa dan stimulus yang tepat untuk menemukan potensi dalam diri. Memberikan kesempatan siswa untuk berperan aktif dalam menentukan proses belajar dikelas sangatlah penting untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membangiktkan pemikiran yang kreatif dan ktiris dalam diri mereka.

Rancangan Perbaikan

Dalam sebuah pelaksanaan pembelajaran tentu  ada sebuah evaluasi yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran untuk melakukan sebuah perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dirancang. Perbaikan yang saya lakukan berikutnya untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam menentukan proses belajar dikelas dengan meningkatkan pemberian stimulasi kepada kepada siswa untuk memancing ide-ide kreatif dalam diri siswa sehingga siswa bisa menunjukan rasa percaya diri dengan ide-ide yang dimiliki.


1.     Dokumentasi


Kegiatan membuat kesepakatan rancangan kegiatan pembelajaran


Kegiatan Presentasi Hasil karya dari kegiatan pembelajaran yang disepakati


Kegiatan Berbagi tentang merdeka belajar dari teman sejawat
l


Vidio kegiatan berbagi bersama guru-guru







Vidio Hasil Karya Siswa









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Apa Itu Kurikulum?      Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami ...