Minggu, 11 April 2021

Koneksi Antarmateri Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Koneksi Antarmateri Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Kadek Yuliantari – CGP Angkatan 1 – SD Sathya Sai



                                                  https://youtu.be/QlWZzUQjscA

Sekolah adalah institusi yang dirancang untuk mengajarkan norma-norma sosial. Dimana para pemimpin di sekolah akan menghadapi situasi pengambilan keputusanyang banyak mengandung  dilemma secara etika dan berkonflik antara nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar.

Sekolah Memiliki peran memajukan sumber daya manusia yang ada, didalamnya terdapat proses belajar mengajar dan guru juga memiliki peran sebagai pemimpin pembelajaran. Pembelajaran pembelajaran yang selalu memberi teladan menumbuhkan  kemauan  dan dan selalu mendorong untuk maju merupakan cara untuk membentuk murid menjadi bahagia berintegritas dan berkarakter.  pemecahan masalah dari beragam latar belakang situasi dan kondisi yang harus menghadirkan keputusan yang tepat berdasarkan nilai-nilai kebajikan

Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh dalam mengambil keputusan bagi seorang guru sebagaia pemimpin pembelajaran. Filosofi Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara yaitu:

1.      Ingarso Sung tulodo (di depan memberi teladan)

Depan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya kita mengutamakan keteladanan  yang memiliki nilai kebaikan dan lebih menganalisa setiap permasalahan terlebih dahulu  karena seorang guru harus menjadi contoh yang baik atau teladan bagi orang lain dalam   mengambil keputusan yang bijaksana

2.      Ing  Madyo Mangun Karso (di tegah  memberi semangat)

Dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin maka harus haruslah membangun dan memberi Semangat bagi peserta didik  sehingga  keputusan  yang diambil  mengutamakan kepentingan bersama

3.      Tut Wuri  Handayani  (di belakang memberi dorongan)

 Dalam pengambilan keputusan  seorang guru harus memberikan mendorongan  semangat terbaik dukung   fisik dan dukungan dari  keputusan yang diambil berdasarkan paradigma prinsip dan langkah-langkah pengambilan keputusan 

Nilai-nilai yang tertanam dalam prinsip pengambilan sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dimana seorang guru harus memiliki sebuah idalisme  yang tinggi untuk propesinya dan idialisme seorang guru ini harus memiliki  nilai-nilai dalam diri karena nilai dalam diri seorang guru sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang akan kita ambil. Ketika seorang guru memiliki nilai-nilai karakter dalam diri  maka seorang guru dalam pengambilan keputusannya akan dipertanggung jawabkan secara penuh oleh seorang guru

Keputusan yang diambil di seorang guru akan merefleksikan nilai-nilai yang di junjung tinggi  dan akan menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah. Penting bagi peserta didik untuk menyadari bahwa kita adalah teadan bagi murid untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Kita juga seyogyanya selalu mengacu pada kopetensi guru dalam pengambilan keputusan

Pada sesi coacing  pendampingan yang diberikan pendamping dan fasilitator tentunya sangat membantu saya sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan. Saat sesi coacing seorang  yang guru berperan sebagai coacee tentu dapat mengeksplori dirinya untuk mencari  solusi dan mengembangkan  potensi yang dimilikinya secara optimal. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada car akita dan keputuan yang kita ambil agar berpihak pada siswa dengan mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri peserta didik. Coacing membekali seorang guru menjadi pembelajar dan menjadi coach bagi diri dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi untuk solusi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik

Pembambahasan study kasus yang berfokus pada moral dam etika sebelum mengetahui 4 paradigma dilemma etika, 3 prinsip resolusi pengambilan keputusan dan Sembilan Langkah pengambilan keputusan pembahasna kasus lebih ditekan kan pada nilai-nilai yang dianut oleh pendidik dengan pertimbangan dengan kondisi, situasi lingkungan dan pembahasan pada inutuisi yang dianut.Pengambilan keputusan yang tepat antara lain:

Empat paradigama etika yang terdiri dari:

1.    1. Individu lawan masyarakat

2.   2. Keadila lawan rasa kasihan

3.  3. Kebenaran lawan kesetiaan

4.  4. Jangka pendek lawan jangka panjang

Tiga prinsip resolusi yaitu :

1.      1. Berpikit berbasis hasil akhir

2.     2.  Berpikir berbasis peraturan

3.     3.  Berpikir berbasis rasa peduli

Sembilan langakah pengambilan keputusan yang terdiri dari:

1.      1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2.     2.  Menetukan siapa yang terlibat

3.     3.  Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan

4.    4.  Pengijian benar atau salah yang terdiri dari

a.       Uji legal

b.      Uji regulasi

c.       Uji intuisi

d.      Uji halaman depan koran

e.       Uji panutan /idola

5.    5.  Pengujian paradigma benar lawan benar

6.    6.  Melakukan prinsip resolusi

7.     7. Investigasi opsi  trilemabuat

8.    8.  Buat keputusan

9.    9.  Lihat lagi keputusandan refleksikan

Kesulitan-kesulitan dilingkunan  dalam mengambil dan menjalankan keputusan terhadap kasus-kasus dilemma etika antara lain nilai dan budaya masyarakat dilingkungan yang kurang mendukung, paradigma berpikir dan skala prioritas karena dalam dilema etika semua adalah benar. Ini kembali pada perubahan paradigma yang ada di lingkungan, tanpa adanya sebuah perubahan paradigma kemungkinan dalam pemgambilam keputusan yang ideal sesuai dengan dilema etika akan menjadi sulit karena masih dipengaruhi oleh bujukan moral.

Pengambilan keputusan yang tepat tentunya akan berdampak besar pada terciptanya lingkungan  belajar yang positif, kondusif  dan nyaman untuk siswa dapat berkembang secara maksimal. Hal ini akan berpengruh pada yerciptanya lingkungan  yang  merdeka belajar. Dimana dalam merdeka belajar diharapkan  siswa dapat memilah dan memilih hal yang baik dalam meningkatkan bakat dan potensi yang ada dalam dirinya untuk menjadi pribadi yang yang memiliki kecerdasan intelektual dan karakter yang baik sehinga tercipta generasi yang memiliki profil pelajar Pancasila.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya. Keputusan yang diambil oleh seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran akan berpengaruh pada kehidupan dan masa depan muridnya. Seorang guru dikelas mengajarkan seorang murid untuk berhitung memang hebat, tapi dimana seorang guru mengajarkan mengerti apa yang berharga  adalah yang terbaik. Mengajar  berhitung memang membutuhkan waktu tapi mengajarkan untuk mengerti apa yang berharga membutuhkan sebuag contoh keteladanan dari seorang guru proses dan pembiasaan yang lama dan akan menjadi budaya.

Apa lagi  saat ini kita menyongsong pendidikan abad 21 kita diharapkan bisa membangun generasi muda menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan di era globalisasi ini. Saat ini teknologi perkembangan berkembang sangat pesat dimana dikatakan bahwa robot dapat menganti lebih dari 900 juta jenis pekerjaan pada tahun 2030 dan forum perekomonian dunia menyarankan untuk melakukan revokusi ketrampilan untuk dapat membuka peluang baru.Bagaimana kita sebagai guru harus bisa memutuskan untuk merubah cara pembelajaran untuk mempersiapkan siswa kita dan membantu mereka untuk mebnagun masa depannya yang lebih baik.

Kesimpulanyang dapat saya Tarik dari pembelajaran modul ini terkait materi pada modul sebelumnya, Guru sebagai pengambil keputusan memiliki peran yang sentral dalam mendidik siswa terutama dari budi pekerti dalam menumbuhkan karakter, budaya positif yang bertumbuh disekolah, kopetensi social emosional yang matanga akan mendukung guru dalam mengambil keputusan disekolah. Ditambah dengan penerapan pengintegrasian pembelajaran berdiferensiasi membuat guru bisa mengoptimalkan perkembangan kemampuan siswa melalui proses coacing yang tepat.

Dalam proses mengambil keputusan yang bertangung jawab, diperlukan kesadaran diri, pengolahan diri, kesadaran sosial, dan ketrampilan berhubungan sosial. Dalam proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara penuh, sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada

            Sebuah buku karangan William butler mengatakan “ pendidikan tidak seperti menuang air pada ember, tetapi  bangaimana memantik sebuah nyala”. Diharapkan Pendidikan yang kita berikan pada anak-anak kedepanya mampu menyalakan pelita-pelita dalam diri siswa agar mereka bisa menjadi pelita yang menerangi setiap sudut dalam kegelapan. Tentunya dengan sebuah perubahan paradigma mengajar yang dirangkum dalam pendidikan merdeka melajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Apa Itu Kurikulum?      Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami ...