Minggu, 14 Februari 2021

Koneksi Antar Materi 2.1.a.9 Pembelajaran Deferensiasi

 

Koneksi Antar Materi 2.1.a.9

CGP_Denpasar_ Kadek Yuliantari


Pada modul 2.1 materi pembelajaran deferensiasi ini merupakan sebuah pembelajaran yang sangat relevan bagi saya sebagai seorang guru untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran merdeka belajar. Pembelajaran deferensiasi merupakan suatu pendekatan pembelajaran berorientasi pada  kebutuhan siswa dan berpusat pada siswa. Dalam merancang pembelajaran diferensiasi seorang guru harus memperhatikan tujuan pembelajarannya sehingga dapat merancang pembelajaran dengan menyesuaikan pada perbedaan individu anak seperti dengan memahami kesiapan belajar , minat murid dan profil  belajar siswa.

Penerapan deferensiasi didalam kelas diharapkan bisa dapat menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendukung perkembangan siswa secara maksimal. Pembelajaran deferensiasi  memiliki tantangan untuk  mengajak siswa agar bekerja keras  untuk memcapai tujuan belajar yang tinggi dan siswa juga merasa aman dan nyaman dalam perkembangannya sehingga setiap siswa merasa selalu mendapat dukungan dalam sepanjang proses pembelajaran yang berlangsung. Penerapan deferensiasi ini diawali dengan menetapkan tujuan pembelajaran, memetakan kebutuhan siswa berdasarkan minat, profil belajar, dan kesiapan siswa dalam belaja, dilanjutkan dengan menentukan strategi dan alat penilaina yang akan digunakan, serta menentukan langkah-langkah pembelajaran dengan berbagai strategi deferensiasi konten, deferensiasi proses maupun deferensiasi produk.

Pembelajaran deferensiasi dapat memenuhi kebutuhan siswa dan membantu siswa mencapai hasil belajar secara optimal karena pembelajaran deferensiasi ini merupakan pembelajaran yang berpihak pada siswa dengan memperhatikan kebutuhan setiap siswa dan memberikan kesempatan pada siswa untuk memilih cara belajarnya sesuai dengan minat yang mereka miliki. Pembelajaran deferensiasi ini memiliki karakteristik antara lain adanya saling menghargai di dalam kelas, siswa merasa aman, adanya harapan untuk tumbuh, adanya kolaborasi antara guru dengan siswa dan lingkungan belajar yang menyenangkan dan kreatif. Seorang guru haruslah sadar bahwa, setiap anak adalah unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan seharusnya bisa mengakomodasi dari semua perbedaan ini, terbuka untuk semua dan memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap individu. Keberagaman dari setiap individu murid harus selalu diperhatikan, karena setiap peserta didik tumbuh di lingkungan dan budaya yang berbeda. Pada pembelajaran deferensiasi berarti mencampurkan semua perbedaan untuk mendapatkan suatu informasi, membuat ide dan mengekspresikan apa yang mereka pelajari. Dengan kata lain bahwa pembelajaran deferensiasi adalah menciptakan suatu kelas yang beragam dengan memberikan kesempatan dalam meraih konten, memproses suatu ide dan meningkatkan hasil setiap murid, sehingga murid-murid akan bisa lebih belajar dengan efektif.

Keterkaitan dengan pembelajatran deferensiasi dengan modul pembelajaran sebelumnya adalah membangun siswa yang memiliki karakter budaya pancasila melalui budaya positif dalam ekosistem sekolah untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa tumbuh sesuai dengan kodrat. Guru sebagai pendidik hanya menuntun anak sesuai dengan kodratnya dan menciptakan pembelajaran yang  berpihak pada siswa melalui pembelajaran deferensiasi.


Minggu, 07 Februari 2021

Refleksi Pembelajaran Diferensiasi

 

Pembelajaran Berdiferensiasi

Refleksi Terbimbing 2.1.a6 Kadek Yuliantari

  1.  Dari materi ini yang sudah dapat saya pelajari untuk menjadi solusi bagi permasalahan terkait dengan pembelajaran didalam kelas adalah penerapan teknik pembelajaran diferensiasi merupakan pembelajaran yang mengcover kebutuhan siswa dengan memperhatikan perbedaan individu anak seperti menyesuaikan dengan kesiapan belajar , minat murid dan profil  belajar siswa dengan berbagai strategi seperti deferensisi konten, deferensisi proses dan deferensisi produk.
  2. Menurut saya hal yang paling sulit diterapkan dalam pembelajaran deferensiasi adalah  deferensiasi proses. Karena masih sulit saya terapkan selama PJJ terutama untuk observasi proses pembelajaran secara langsung  terutama dalam proses berjenjang yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra bagi guru.
  3. Jika saya menerapka n hal yang sulit tersebut, dukungan yang saya perlukan adalah kesiapan dari pihak orang tua dan wali  siswa untuk bekerjasama mendampingi siswa dalam proses pembelajaran agar dapat dicapai secata optimal sesuai dengan kebutuhan siswa. Akses dukungan tersebut dapat saya lakukan dengan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa.
  4. Jika saya menghadapi situasi dimana kebutuhan belajar siswa tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran diferensiasi , maka saya akan memberanikan diri untuk memodifikasi pembelajaran yang saya lakukan meskipun tidak umum atau tidak sesuai dengan sistem yang ada. Kebutuhan dari setiap siswa mesti kita penuhi untuk memaksimalkan perkembangan peserta didik. Modifikasi yang dilakukan saya akan usahakan untuk tidak berbenturan dengan yang ada tapi melakukan sebuah kolaborasi dan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab dan pimpinan yang harus tau dengan apa yang kita lakukan untuk memaksimalkan pembelajaran. Pengalaman sebelum saya mengenal pembelajaran diferensiasi saya pernah mengambil resiko untuk menerapkan pembelajaran steam dalam kelas, saat itu memang menjadi tantangan untuk saya mengambil resiko saat awal menjadi sibuk  dalam mempersiapkan pembelajaran, melakukan komunikasi dengan orang tua berkaitan dengan bahan pembelajaran dan ini memerlukan tenaga ekstra tapi ketika melihat anak-anak sangat menikmati pembelajaran dan selalu meminta tantangan baru membuat saya menjadi bahagia dan semangat untuk selalu melakukan perubahan menjadi semakin baik.

Refleksi Lanjutan

  1.       .   Saya dapat melakukan pembelajaran diferensiasi secara efektif dengan memahami kebutuhan siswa agar bisa membuat perencanaan pembelajaran dengan langkah-langkah yang tepat dan tujuan pembelajaran yang jelas untuk dicapai siswa.
  2.           Pendekatan yang seharusnya saya ubahsuaikan adalah pendekatan pembelajaran berdiferensiasi proses
  3.       Saya tetap bersikap positif walaupun banyak tantangan yang akan saya hadapi dalam penerapan pembelajaran diferensiasi, karena yang menjadi pemikiran saya saat ini adalah bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dan membela hak siswa untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga siswa dapat berkembang secara maksimal. Sebagai seorang  guru kita harus bisa membesarkan wadah anak-anak untuk belajar dan seorang guru harus  siap dengan sebuah perubahan untuk kemajuan peserta didiknya.

  Apa Itu Kurikulum?      Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami ...