Apa Itu Kurikulum?
Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami peran dan fungsi kurikulum dalam pembelajaran. Kurikulum itu komplek dan multi dimensi. Kurikulum dapat dimaknai sebagai titik awal sampai titik akhir dari pengalaman belajar murid. Kurikulim juga diibaratkan sebagai jantungnya pendidikan.
Ralph Tyler dalam bukunya mengungkapkan setidaknya ada 4 komponen dalam kurikulum antara lain:
- Tujuan
- Konten
- Metode/cara dan
- Evaluasi
- Tujuan pembelajaran/konten
- Panduan pedagogi
- Panduan asesmen
- Mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini.
- Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan
- Menilai dan memilih sesuatu yang relevan dan kontekstual sebagai kontrol sosial
Proses pembelajaran tersebut Pelajaran tersebut salah satunya dapat menggunakan siklus
pembelajaran inkuiri yang menekankan pada rasa ingin tahu sebagai dorongan kuat pada
murid. Siklus pembelajaran inkuiri itu menyalakan rasa ingin tahu perlu dilakukan agar membuat imajinasi mereka berjalan
dan bekerja dalam pikiran, mengumpulkan data fakta dan bukti dari eksplorasi apa yang telah ketahui tentang
menemukan informasi baru dengan beragam keterampilan dan mereka yang, memilih mengorganisasi menganalisa menerjemahkan dan mengomunikasikan apa
yang mereka pelajari dengan fokus pada peningkatan keterampilan berpikir, membuat koneksi mencoba menghubungkan dengan topik lain yang terkait dengan
konteks diri murid dan lingkungan, menyelami dalam mendorong murid mengambil makna atau esensi dari kegiatan
belajarnya melalui penyelidikan juga murid mendalami atau mengalami rasa ingin
tahu lebih jauh dari pertanyaan pertanyaan yang belum terjawab dalam diri mereka, aksi atau tindakan merefleksikan apa yang telah mempelajari dan membuat aksi
nyata dari pembelajaran bermakna yang didapatkannya. Aksi ini muncul karena
inovasi internal dari dalam diri dan yang juga tidak kalah penting transformasi
pembelajaran murid berfokus pada pengembangan karakter berdasarkan nilai-nilai
Pancasila untuk mewujudkan proses belajar Pancasila Melalui pembelajaran berbasis
Projek. Dengan demikian diharapkan murid dapat memberikan dampak positif bagi
dirinya sendiri dan lingkungannya.
Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya kurikulum bersifat
dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid
demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka kini dan masa depan. Pentingnya perubahan kurikulum untuk menyesuaikan dengan kebutuhan murid dan
perkembangan zaman saat ini berbagai isu baru menunjang satuan pendidikan menyiapkan
kurikulum yang membantu murid untuk menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan.
Kodrat murid-murid kita pembelajaran termasuk kurikulum yang kita selenggarakan juga
harus terus menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sebagai guru juga kita harus belajar
terus untuk mengikuti dan memahami peran kehidupan murid kita yang tergolong generasi
z dan Alfa berbagai penelitian menyampaikan bahwa mereka sulit dipisahkan dengan
media sosial keadaan ini bisa dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran misalnya dengan
meminta murid membuat dan mengumpulkan tugas melalui aplikasi digital. Rancang kurikulum kita harus menempatkan kebutuhan untuk pendapat pengalaman hasil
belajar serta kepentingan murid sebagai perwujudan. Kurikulum dirancang sesuai dengan
karakteristik dari lingkungan sekolah untuk murid agar dapat mewujudkan seluruh
kompetensi yang diharapkan. Semua pihak harus berkolaborasi maksimal misalnya guru
terus belajar memfasilitasi pembelajaran yang sesuai, orang tua terus memahami
perkembangan dan kebutuhan, begitu juga dengan pemerintah daerah dan pusat serta
semua yang bergerak di bidang pendidikan juga harus terus mengikuti perkembangan
kebutuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar