Senin, 16 November 2020

PGP-1-Denpasar-Kadek Yuliantari-1.2-Aksi Nyata

 

Memaknai kegiatan berkelompok untuk membangun sikap toleransi

Pada Siswa Kelas VA SD Sathya Sai

Tahun Pelajaran 2020/2021

Oleh

Kadek Yuliantari

Pendahuluan

Sukses tidaknya sebuah team tergantung dari kekompakan dan kerjasama yang dilakukan. Dengan kerjasama yang baik diharapkan pekerjaan yang dilakukan lebih ringan dan cepat selesai. Kekompakan sebuah team menentukan kesuksesan sebuah kelompok. Kerjasama team yang efektif tentunya menjadi sebuah pengalaman yang berharga dan menambah wawasan dalam belajar. Kerja tim juga melatih diri untuk bisa membangun sikap menghargai dan menghormati angota untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Situasi belajar di rumah merupakan sebuah tantangan yang sangat luar biasa untuk merancang kegiatan pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa. Dengan kegiatan berkelompok diharapkan siswa bisa membangun komunikasi yang baik dengan teman untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan dapat meningkatkan kerjasama yang baik dengan kelompok.

Dalam suatu kegiatan kelompok juga sangat diperlukan sikap toleransi antara anggota kelompok untuk membangun kerukunan dan keharmonisan dalam kelompok. Kegiatan berkelompok memberikan tantangan pada siswa untuk melatih sikap saling menghargai antara teman sejak dini agar siswa bisa belajar memaknai pembelajaran kelompok yang mereka lakukan dan membangun karakter menghargai perbedaan pendapat yang terjadi. Kegiatan berkelompok juga melatih leadership siswa untuk bersikap bijaksana dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Namun sebaliknya yang terjadi saat melakukan kerja kelompok saat online siswa sering sekali saling menyalahkan  dan bahkan terjadi pertengkaran, saling ejek antara teman yang menimbukkan hubungan yang kurang harmonis. Oleh karena itu perlu dilakukan tidak lanjut untuk  memaknai nilai-nila karakter untuk membangkitkan motifasi intrinsik  dalam kegiatan  kerja kelompok yang dilakukan melalui media social agar terbangun sikap toleransi dalam mengambil keputusan di dalam kelompok dan  tercipta hubungan yang harmonis.

Dekripsi Aksi Nyata

            Wabah Covid-19 menjadikaan permasalahan tidak hanya mempengaruhi dunia kesehatan, ekonomi. Covid-19 juga memberi pengaruh dan dan dampak pada dunia pendidikan yang mana pembelajaran berubah menjadi pembelajaran online. Pembelajaran secara online membuat para pendidik berjuang untuk belajar merancang pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Berbagai upaya dilakukan para pendidik untuk merancang pembelajaran yang dilakukan untuk menghindari kebosanan yang terjadi pada siswa akibat dari belajar online.

            Metode kerja kelompok merupakan salah satu pembelajaran yang berpusat pada siswa yang bisa dilakukan secara online. Kerja kelompok sangat diminati oleh siswa karena mereka bisa berkomunikasi dan bertemu dengan tema-teman sekelasnya walaupun secara olnline. Berawal dari diskusi yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk menentukan pembelajaran yang mereka minati akan mereka lakukan, disini anak-anak menginginkan kerja berkelompok agar mereka bisa melakukan diskusi dengan teman-temannya. Akhirnya anak-anak memutuskan untuk membuat kelompok belajar online dalam grup kecil, setiap grup terdapat 5 siswa. Mereka melakukan kerja kelompok dan menyelesaikan setiap projek yang di berikan dan mempersiapkan presentasi secara bergiliran.

            Setelah kerja keompok untuk projek pertama presentasi dan projek membuat produk mereka berhasil terlaksana dengan baik dan tidak ada kendala. Saat kegiatan berkelompok untuk menyelesaikan projek ketiga mulai muncul permasalahan antara siswa karena mereka berbeda pendapat dan pandangan. Permasalahan ini menjadikan mereka bertengkar sampai terjadi  saling ejek dan saling melapor antara anggota dalam kelompok, dan ini membuat saya untuk mencari tau apa permasalahan yang terjadi yang membuat mereka kurang harmonis dalam bekerjasama. Setelah mengetahui permasalahan ini membuat saya berpikir cara penyelesaiannya agar mereka kembali bisa bekerjasama dengan baik. Saya mencoba menyelesaikan dengan memberikan sebuah cerita, dan mengali  makna dari setiap kejadian yang mereka alami. Meraka pun menceritakan apa yang dirasakan dalam kelompok kemudian memaknai permasalahan yang mereka dapatkan untuk mejadikan sebuah latihan untuk menjadikan mereka pribadi yang lebih matang dan lebih baik.

Hasil Aksi Nyata

            Rancangan kegiatan belajar dirumah dilaksanakan sesuai rancangan aksi nyata yang dibuat. Pada permasalahan  kelompok 1 ada siswa yang berbicara kurang sopan, mempengaruhi temanya untuk tidak belajar dan mengajak temannya bermain game online. Ini membuat salah satu anggotanya tidak mau diajak ikut dalam kerja kelompok. Setelah mendapat laporan kelompok 1 kembali diajak diskusi dengan memberikan sebuah cerita inspirasi dan menayakan kendala yang dihadapi. Mereka kemudian sepakat untuk  saling mengormati, berbicara sopan dan memerima temannya kembali untuk diajak ikut dalam kegiatan kerja kelompok. Permasalahan terjadi juga pada kelompok 2 disini terjadi perpecahan antara anggota karena salah satu anggota mementingkan diri dan memaksakan kehendaknya untuk dilakukan didalam kelompok. Disini sebagai pendidik saya mencoba melakukan diskusi dan menggali nilai-nilai serta mengajak mereka untuk memaknai dari tujuan belajar kelompok. Awalnya salah satu anggota kelompok 2 yang memaksakan kehendak  tidak terima dan merasa dirinya benar kemudia dilakukan pendekatan secara pribadi untuk berdikskusi. Setelah kegiatan kerja kelompok berikutnya dia mengatakan “ bu guru saya sadar saya tidak boleh memaksakan kehendak dan saya harus mengormati kondisi teman”. Kelompok 2 mulai aktif dan meraka saling mengormati pendapat teman.

            Dalam kegiatan kerja kelompok seperti ini merupakan tantangan untuk mereka untuk membentuk karakrer baik dan memerlukan sebuah proses yang panjang karena anak-anak harus selalu kita tuntun agar mereka untuk melatih diri dalam mematangkan emosi merekan. Sampai saat ini setiap kelompok sangat solid dalam menyelesaikan tugas berkelompok yang diberikan, kadang kalau mereka tidak dapat mengambil keputusan mereka akan menghubungi guru untuk konsultasi. Guru juga harus selalu siap menjadi tempat siswa bercerita  dan menggali siswa untuk bisa memecahkan permasalahannya dengan baik.

Pembelajaran yang didapatkan

Dalam pembelajaran terkadang ada keberhasilan dan kegagalan yang terpenting sebenarnya adalah proses bukan hasil akhir. Dalam keberhasilan yang terjadi merupakan sebuah respon positif yang patut di lakukan secara berkelanjutan untuk membangun toleransi  anak-anak dalam bekerjasama didalam kelompok dan tentunya seorang guru juga harus melatih emosinya untuk memotifasi siswanya  dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Dalam keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat anak-anak dan dukungan orang tuanya yang sportif dan komunikatif dengan guru. Kegagalan yang terjadi tidak semata-mata karena anak-anak atau guru yang tidak berhasil tetapi diperlu sebuah proses yang lebih untuk membangun kematangan emosi didalam diri. Memberikan kesempatan anak untuk melatih diri sebagai bekal kehidupan dimasyarakat untuk bisa saling menghargai dan mengormati agar tercipta budaya toleransi.

Rancangan Perbaikan

Dalam sebuah pelaksanaan pembelajaran tentu  ada sebuah evaluasi yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran untuk melakukan sebuah perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dirancang. Perbaikan yang saya lakukan berikutnya merancang pembelajaran lebih memberikan kesempatan pada siswa mendapat pembelajaran yang bermakna sebagai sebuah pembiasaan untuk membangun  karakter yang berkebinekaan gelobal.

Dokumentasi





Hasil kegiatan pembelajaran

 









 




 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Apa Itu Kurikulum?      Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami ...