Memaknai
kegiatan berkelompok untuk membangun sikap toleransi
Pada Siswa Kelas VA SD Sathya Sai
Tahun Pelajaran 2020/2021
Oleh
Kadek Yuliantari
Pendahuluan
Sukses
tidaknya sebuah team tergantung dari kekompakan dan kerjasama yang dilakukan.
Dengan kerjasama yang baik diharapkan pekerjaan yang dilakukan lebih ringan dan
cepat selesai. Kekompakan sebuah team menentukan kesuksesan sebuah kelompok.
Kerjasama team yang efektif tentunya menjadi sebuah pengalaman yang berharga
dan menambah wawasan dalam belajar. Kerja tim juga melatih diri untuk bisa
membangun sikap menghargai dan menghormati angota untuk mencapai tujuan yang
diharapkan.
Situasi
belajar di rumah merupakan sebuah tantangan yang sangat luar biasa untuk
merancang kegiatan pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa. Dengan kegiatan
berkelompok diharapkan siswa bisa membangun komunikasi yang baik dengan teman
untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan dapat meningkatkan kerjasama yang
baik dengan kelompok.
Dalam
suatu kegiatan kelompok juga sangat diperlukan sikap toleransi antara anggota
kelompok untuk membangun kerukunan dan keharmonisan dalam kelompok. Kegiatan
berkelompok memberikan tantangan pada siswa untuk melatih sikap saling
menghargai antara teman sejak dini agar siswa bisa belajar memaknai
pembelajaran kelompok yang mereka lakukan dan membangun karakter menghargai
perbedaan pendapat yang terjadi. Kegiatan berkelompok juga melatih leadership
siswa untuk bersikap bijaksana dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Namun sebaliknya yang terjadi saat
melakukan kerja kelompok saat online siswa
sering sekali saling menyalahkan dan
bahkan terjadi pertengkaran, saling ejek antara teman yang menimbukkan hubungan
yang kurang harmonis. Oleh karena itu perlu dilakukan tidak lanjut untuk memaknai nilai-nila karakter untuk
membangkitkan motifasi intrinsik dalam
kegiatan kerja kelompok yang dilakukan
melalui media social agar terbangun sikap toleransi dalam mengambil keputusan
di dalam kelompok dan tercipta hubungan
yang harmonis.
Dekripsi Aksi Nyata
Wabah Covid-19 menjadikaan
permasalahan tidak hanya mempengaruhi dunia kesehatan, ekonomi. Covid-19 juga
memberi pengaruh dan dan dampak pada dunia pendidikan yang mana pembelajaran
berubah menjadi pembelajaran online. Pembelajaran secara online membuat para
pendidik berjuang untuk belajar merancang pembelajaran yang menyenangkan dan
berpusat pada siswa. Berbagai upaya dilakukan para pendidik untuk merancang
pembelajaran yang dilakukan untuk menghindari kebosanan yang terjadi pada siswa
akibat dari belajar online.
Metode kerja kelompok merupakan
salah satu pembelajaran yang berpusat pada siswa yang bisa dilakukan secara
online. Kerja kelompok sangat diminati oleh siswa karena mereka bisa
berkomunikasi dan bertemu dengan tema-teman sekelasnya walaupun secara olnline.
Berawal dari diskusi yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk menentukan
pembelajaran yang mereka minati akan mereka lakukan, disini anak-anak
menginginkan kerja berkelompok agar mereka bisa melakukan diskusi dengan
teman-temannya. Akhirnya anak-anak memutuskan untuk membuat kelompok belajar
online dalam grup kecil, setiap grup terdapat 5 siswa. Mereka melakukan kerja
kelompok dan menyelesaikan setiap projek yang di berikan dan mempersiapkan
presentasi secara bergiliran.
Setelah kerja keompok untuk projek
pertama presentasi dan projek membuat produk mereka berhasil terlaksana dengan
baik dan tidak ada kendala. Saat kegiatan berkelompok untuk menyelesaikan
projek ketiga mulai muncul permasalahan antara siswa karena mereka berbeda
pendapat dan pandangan. Permasalahan ini menjadikan mereka bertengkar
sampai terjadi saling ejek dan saling
melapor antara anggota dalam kelompok, dan ini membuat saya untuk mencari tau
apa permasalahan yang terjadi yang membuat mereka kurang harmonis dalam
bekerjasama. Setelah mengetahui permasalahan ini membuat saya berpikir cara
penyelesaiannya agar mereka kembali bisa bekerjasama dengan baik. Saya mencoba
menyelesaikan dengan memberikan sebuah cerita, dan mengali makna dari
setiap kejadian yang mereka alami. Meraka pun menceritakan apa yang dirasakan
dalam kelompok kemudian memaknai permasalahan yang mereka dapatkan untuk
mejadikan sebuah latihan untuk menjadikan mereka pribadi yang lebih matang dan
lebih baik.
Hasil Aksi Nyata
Rancangan kegiatan belajar dirumah
dilaksanakan sesuai rancangan aksi nyata yang dibuat. Pada permasalahan kelompok 1 ada siswa yang berbicara kurang
sopan, mempengaruhi temanya untuk tidak belajar dan mengajak temannya bermain
game online. Ini membuat salah satu anggotanya tidak mau diajak ikut dalam
kerja kelompok. Setelah mendapat laporan kelompok 1 kembali diajak diskusi
dengan memberikan sebuah cerita inspirasi dan menayakan kendala yang dihadapi.
Mereka kemudian sepakat untuk saling
mengormati, berbicara sopan dan memerima temannya kembali untuk diajak ikut
dalam kegiatan kerja kelompok. Permasalahan terjadi juga pada kelompok 2 disini
terjadi perpecahan antara anggota karena salah satu anggota mementingkan diri
dan memaksakan kehendaknya untuk dilakukan didalam kelompok. Disini sebagai
pendidik saya mencoba melakukan diskusi dan menggali nilai-nilai serta mengajak
mereka untuk memaknai dari tujuan belajar kelompok. Awalnya salah satu anggota
kelompok 2 yang memaksakan kehendak tidak terima dan merasa dirinya benar kemudia
dilakukan pendekatan secara pribadi untuk berdikskusi. Setelah kegiatan kerja
kelompok berikutnya dia mengatakan “ bu guru saya sadar saya tidak boleh
memaksakan kehendak dan saya harus mengormati kondisi teman”. Kelompok 2 mulai aktif dan meraka
saling mengormati pendapat teman.
Dalam kegiatan kerja kelompok
seperti ini merupakan tantangan untuk mereka untuk membentuk karakrer baik dan
memerlukan sebuah proses yang panjang karena anak-anak harus selalu kita tuntun
agar mereka untuk melatih diri dalam mematangkan emosi merekan. Sampai saat ini
setiap kelompok sangat solid dalam menyelesaikan tugas berkelompok yang
diberikan, kadang kalau mereka tidak dapat mengambil keputusan mereka akan
menghubungi guru untuk konsultasi. Guru juga harus selalu siap menjadi tempat
siswa bercerita dan menggali siswa untuk
bisa memecahkan permasalahannya dengan baik.
Pembelajaran yang didapatkan
Dalam pembelajaran terkadang ada keberhasilan dan kegagalan yang
terpenting sebenarnya adalah proses bukan hasil akhir. Dalam keberhasilan yang
terjadi merupakan sebuah respon positif yang patut di lakukan secara
berkelanjutan untuk membangun toleransi
anak-anak dalam bekerjasama didalam kelompok dan tentunya seorang guru
juga harus melatih emosinya untuk memotifasi siswanya dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak.
Dalam keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat anak-anak dan dukungan
orang tuanya yang sportif dan komunikatif dengan guru. Kegagalan yang terjadi
tidak semata-mata karena anak-anak atau guru yang tidak berhasil tetapi diperlu
sebuah proses yang lebih untuk membangun kematangan emosi didalam diri.
Memberikan kesempatan anak untuk melatih diri sebagai bekal kehidupan
dimasyarakat untuk bisa saling menghargai dan mengormati agar tercipta budaya
toleransi.
Rancangan Perbaikan
Dalam sebuah pelaksanaan pembelajaran tentu ada sebuah
evaluasi yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran untuk melakukan
sebuah perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dirancang. Perbaikan
yang saya lakukan berikutnya merancang pembelajaran lebih memberikan kesempatan
pada siswa mendapat pembelajaran yang bermakna sebagai sebuah pembiasaan untuk
membangun karakter yang berkebinekaan
gelobal.
Dokumentasi
Hasil kegiatan pembelajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar