Senin, 16 November 2020

PGP-1-Denpasar-Kadek Yuliantari-1.2-Aksi Nyata

 

Memaknai kegiatan berkelompok untuk membangun sikap toleransi

Pada Siswa Kelas VA SD Sathya Sai

Tahun Pelajaran 2020/2021

Oleh

Kadek Yuliantari

Pendahuluan

Sukses tidaknya sebuah team tergantung dari kekompakan dan kerjasama yang dilakukan. Dengan kerjasama yang baik diharapkan pekerjaan yang dilakukan lebih ringan dan cepat selesai. Kekompakan sebuah team menentukan kesuksesan sebuah kelompok. Kerjasama team yang efektif tentunya menjadi sebuah pengalaman yang berharga dan menambah wawasan dalam belajar. Kerja tim juga melatih diri untuk bisa membangun sikap menghargai dan menghormati angota untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Situasi belajar di rumah merupakan sebuah tantangan yang sangat luar biasa untuk merancang kegiatan pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa. Dengan kegiatan berkelompok diharapkan siswa bisa membangun komunikasi yang baik dengan teman untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan dapat meningkatkan kerjasama yang baik dengan kelompok.

Dalam suatu kegiatan kelompok juga sangat diperlukan sikap toleransi antara anggota kelompok untuk membangun kerukunan dan keharmonisan dalam kelompok. Kegiatan berkelompok memberikan tantangan pada siswa untuk melatih sikap saling menghargai antara teman sejak dini agar siswa bisa belajar memaknai pembelajaran kelompok yang mereka lakukan dan membangun karakter menghargai perbedaan pendapat yang terjadi. Kegiatan berkelompok juga melatih leadership siswa untuk bersikap bijaksana dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Namun sebaliknya yang terjadi saat melakukan kerja kelompok saat online siswa sering sekali saling menyalahkan  dan bahkan terjadi pertengkaran, saling ejek antara teman yang menimbukkan hubungan yang kurang harmonis. Oleh karena itu perlu dilakukan tidak lanjut untuk  memaknai nilai-nila karakter untuk membangkitkan motifasi intrinsik  dalam kegiatan  kerja kelompok yang dilakukan melalui media social agar terbangun sikap toleransi dalam mengambil keputusan di dalam kelompok dan  tercipta hubungan yang harmonis.

Dekripsi Aksi Nyata

            Wabah Covid-19 menjadikaan permasalahan tidak hanya mempengaruhi dunia kesehatan, ekonomi. Covid-19 juga memberi pengaruh dan dan dampak pada dunia pendidikan yang mana pembelajaran berubah menjadi pembelajaran online. Pembelajaran secara online membuat para pendidik berjuang untuk belajar merancang pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Berbagai upaya dilakukan para pendidik untuk merancang pembelajaran yang dilakukan untuk menghindari kebosanan yang terjadi pada siswa akibat dari belajar online.

            Metode kerja kelompok merupakan salah satu pembelajaran yang berpusat pada siswa yang bisa dilakukan secara online. Kerja kelompok sangat diminati oleh siswa karena mereka bisa berkomunikasi dan bertemu dengan tema-teman sekelasnya walaupun secara olnline. Berawal dari diskusi yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk menentukan pembelajaran yang mereka minati akan mereka lakukan, disini anak-anak menginginkan kerja berkelompok agar mereka bisa melakukan diskusi dengan teman-temannya. Akhirnya anak-anak memutuskan untuk membuat kelompok belajar online dalam grup kecil, setiap grup terdapat 5 siswa. Mereka melakukan kerja kelompok dan menyelesaikan setiap projek yang di berikan dan mempersiapkan presentasi secara bergiliran.

            Setelah kerja keompok untuk projek pertama presentasi dan projek membuat produk mereka berhasil terlaksana dengan baik dan tidak ada kendala. Saat kegiatan berkelompok untuk menyelesaikan projek ketiga mulai muncul permasalahan antara siswa karena mereka berbeda pendapat dan pandangan. Permasalahan ini menjadikan mereka bertengkar sampai terjadi  saling ejek dan saling melapor antara anggota dalam kelompok, dan ini membuat saya untuk mencari tau apa permasalahan yang terjadi yang membuat mereka kurang harmonis dalam bekerjasama. Setelah mengetahui permasalahan ini membuat saya berpikir cara penyelesaiannya agar mereka kembali bisa bekerjasama dengan baik. Saya mencoba menyelesaikan dengan memberikan sebuah cerita, dan mengali  makna dari setiap kejadian yang mereka alami. Meraka pun menceritakan apa yang dirasakan dalam kelompok kemudian memaknai permasalahan yang mereka dapatkan untuk mejadikan sebuah latihan untuk menjadikan mereka pribadi yang lebih matang dan lebih baik.

Hasil Aksi Nyata

            Rancangan kegiatan belajar dirumah dilaksanakan sesuai rancangan aksi nyata yang dibuat. Pada permasalahan  kelompok 1 ada siswa yang berbicara kurang sopan, mempengaruhi temanya untuk tidak belajar dan mengajak temannya bermain game online. Ini membuat salah satu anggotanya tidak mau diajak ikut dalam kerja kelompok. Setelah mendapat laporan kelompok 1 kembali diajak diskusi dengan memberikan sebuah cerita inspirasi dan menayakan kendala yang dihadapi. Mereka kemudian sepakat untuk  saling mengormati, berbicara sopan dan memerima temannya kembali untuk diajak ikut dalam kegiatan kerja kelompok. Permasalahan terjadi juga pada kelompok 2 disini terjadi perpecahan antara anggota karena salah satu anggota mementingkan diri dan memaksakan kehendaknya untuk dilakukan didalam kelompok. Disini sebagai pendidik saya mencoba melakukan diskusi dan menggali nilai-nilai serta mengajak mereka untuk memaknai dari tujuan belajar kelompok. Awalnya salah satu anggota kelompok 2 yang memaksakan kehendak  tidak terima dan merasa dirinya benar kemudia dilakukan pendekatan secara pribadi untuk berdikskusi. Setelah kegiatan kerja kelompok berikutnya dia mengatakan “ bu guru saya sadar saya tidak boleh memaksakan kehendak dan saya harus mengormati kondisi teman”. Kelompok 2 mulai aktif dan meraka saling mengormati pendapat teman.

            Dalam kegiatan kerja kelompok seperti ini merupakan tantangan untuk mereka untuk membentuk karakrer baik dan memerlukan sebuah proses yang panjang karena anak-anak harus selalu kita tuntun agar mereka untuk melatih diri dalam mematangkan emosi merekan. Sampai saat ini setiap kelompok sangat solid dalam menyelesaikan tugas berkelompok yang diberikan, kadang kalau mereka tidak dapat mengambil keputusan mereka akan menghubungi guru untuk konsultasi. Guru juga harus selalu siap menjadi tempat siswa bercerita  dan menggali siswa untuk bisa memecahkan permasalahannya dengan baik.

Pembelajaran yang didapatkan

Dalam pembelajaran terkadang ada keberhasilan dan kegagalan yang terpenting sebenarnya adalah proses bukan hasil akhir. Dalam keberhasilan yang terjadi merupakan sebuah respon positif yang patut di lakukan secara berkelanjutan untuk membangun toleransi  anak-anak dalam bekerjasama didalam kelompok dan tentunya seorang guru juga harus melatih emosinya untuk memotifasi siswanya  dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Dalam keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat anak-anak dan dukungan orang tuanya yang sportif dan komunikatif dengan guru. Kegagalan yang terjadi tidak semata-mata karena anak-anak atau guru yang tidak berhasil tetapi diperlu sebuah proses yang lebih untuk membangun kematangan emosi didalam diri. Memberikan kesempatan anak untuk melatih diri sebagai bekal kehidupan dimasyarakat untuk bisa saling menghargai dan mengormati agar tercipta budaya toleransi.

Rancangan Perbaikan

Dalam sebuah pelaksanaan pembelajaran tentu  ada sebuah evaluasi yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran untuk melakukan sebuah perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dirancang. Perbaikan yang saya lakukan berikutnya merancang pembelajaran lebih memberikan kesempatan pada siswa mendapat pembelajaran yang bermakna sebagai sebuah pembiasaan untuk membangun  karakter yang berkebinekaan gelobal.

Dokumentasi





Hasil kegiatan pembelajaran

 









 




 


Sabtu, 07 November 2020

Mini Program Calon Guru Pengerak


Latihan membuat mini program




https://guruinovatif-my.sharepoint.com/:p:/g/personal/kadekyuliantari365_guruinovatif_net/ESLEc6FUwUdOk7k4cEK7hu0B4w1deSydBfnzzE2iFj9UfA?e=Zcd9nM





Jumat, 06 November 2020

Dongeng Inspiratif seekor sapi

Cerita Inspiratif

Pelayanan yang Tulus dari Seekor sapi


Diceritakan ada seekor sapi yang selalu melayani petani dengan tulus


Sapi setiap hari berbuat baik  melayani petani. Kalau musim tanam padi sudah datang sapi biasa membantu petani 

 

Saat musim panen sapi membantu petani mengangkut hasil panen ke rumah petani


Ketika petani menjual hasil kebun sapi juga membantu petani membawa hasil kebun ke pasar.

 

Selain itu sapi juga memberi susu kepada petani dan keluarganya.

Suatu hari sapi sedang istirahat, tiba-tiba ada macan yang datang menerkam sapi.


Sapi berusaha lari sekuat tenaga menyelamatkan diri.

Sapi berlari sanagt jauh melalui sebuah lahan berpasir, macan mengejar sapi tanpa henti.


Namun pasir yang mereka lalui  tiba-tiba menarik mereka kedalam dan semakin mereka

meronta bergerak berusaha menyelamatkan diri maka pasir menarik mereka semakin ke dalam.

 

Macan berusaha menyelamatkan diri dengan bergerak dan menagis, namun sapi tetap tenang dan tidak bergerak. Macan pun bertanya kepada sapi. "Sapi kenapa kamu tenagmenghadapi pasir hisap ini?"



Sebentar lagi Tuanku (petani) akan menyelamatkan diriku dari pasir hisap ini, siapa yang akan meneylamatkan dirimu? Macan terdiam dan menangis tak berdaya.

Karena Sapi selalu melayani, memberi dan berbuat baik,  maka akan selalu ada yang menolong dia di saat dia menemui masalah.













Minggu, 01 November 2020

PGP-1-Kota Denpasar-Kadek Yuliantari-1.1- Aksi Nyata

 

Aksi Nyata CGP – Kadek Yuliantari – Membangkitkan Kreatifitas Dengan Eksplorasi

Membangkitkan Kreatifitas Dengan Eksplorasi

Di Kelas V A Semester 1 SD Sathya Sai Denpasar

Oleh : Kadek Yuliantari

Pendahuluan

Pendidikan merupaka sebuah transformasi menuju arah yang positif. Menurut Ki Hajar Dewantara (2009) pengajaran (onderwijs) adalan bagian dari pendidikan. Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai angota masyarakat. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Setiap anak yang dilahirkan pasti memiliki keistimewaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Disinilah kita sebagai pendidik harus mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan agar proses belajar anak benar-benar atas kesadaraannya sendiri dan merdeka atas pilihannya. Diperlukan waktu yang cukup serta kesabaran dalam memfasilitasi, agar anak mampu untuk mengenali potensinya. Karena bakat anak bisa tumbuh ketika anak sudah memiliki minat dan mau berlatih untuk mengasah keterampilannya. Dalam mengawali proses belajar, pendidik juga perlu memiliki kemampuan mendengar yang baik. Tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan mendikte anak-anak atas kehendak pendidik.

Strategi pembelajaran yang memerdekakan, menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna dan proses pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandangan siswa. Aktivitas belajar lebih menekankan pada ketrampilan berfikir kritis, analisis, membandingkan, generalisasi, memprediksi, dan menyusun hipotesis.  Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran yang memerdekakan menekankan pada proses penyusunan makna secara aktif yang melibatkan ketrampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata. 

Keaktifan siswa dengan eksplorasi sangatlah penting ini merupakan suatu tuntutan pendidikan dan kehidupan saat ini. Kreativitas akan menghasilkan berbagai inovasi dan perkembangan baru dalam suatu kehiduapan. Potensi kreatif sangat penting dimiliki anak-anak dalam menghadapi tantangan hidupnya dimasa depan. Anak-anak yang memiliki kemampuan kreatif mampu mengeksplorasi dirinya dengan ciri rasa ingin taunya besar, senang bertanya, imajinasi tinggi, berani menghadapui resiko, senang akan hal-hal yang baru dan sebagainya.

Hadiyati dalam artikel kreativitas dan cara-cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkannya mendefinisikan kreativitas sebagai inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah: terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan, melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, kemampuan untuk mengkombinasikan banyak gagasan, orisinil, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif.

Hadiyati kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa memahami kreativitas (daya cipta) akan mem-berikan dasar yang kuat untuk membuat modul atau perangkat tentang kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah adanya kemampuan yang kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang baru, misalnya: sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai corporate baru, proses-proses manufacture yang baru, produk-produk dan jasa-jasa baru, cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan keputusan.

Kreatifitas akan menjadi modal bagi generasi mendatang mewujudkan masyarakat yang produktif dan inovatif. Hal ini dikarenakan kreatifitas berpotensi mewujudkan generasi mendatang yang mampu mengeksplorasi potensi diri dalam menemukan ide untuk menyelesaikan permasalahan. Situasi dan kenyataan yang yang dihadapi dilapangan menunjukan bahwa pengembangan  kreatifitas siswa di kelas yang baru saya tangani belum terlaksana dengan maksimal apa lagi saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, anak-anak sebagian besar masih belum berani menunjukan kreatifitasnya secara maksimal.

Solusi yang saya rancang untuk menagani permasalahan ini adalah dengan pembelajaran yang berpihak pada siswa untuk meningkatakan keaktifan siswa dengan eksplorasi. Sehingga dengan rancangan pembelajarain ini diharapkan berpusat pada siswa menjadi lebih kreatif dalam menuangkan ide-ide dengan percaya diri.

Pembahasan

Esensi merdeka belajar adalah mengali potensi terbesar guru dan siswa untuk berinovasi meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Guru tidak akan mungkin bisa tergantikan oleh teknologi. Teknologi menjadi alat bantu guru untuk meningkatkan potensi merdeka belajar. Untuk melakukan sebuah transformasi pembelajaran dalam ruang suatu kelas harus banyak tanya, banyak coba dan banyak karya.

Setiap siswa sangatlah unik, tidak semua siswa memiliki kemampuan dan daya serap yang sama. Merupakan tantangan sebagai guru untuk menemukan keunikan dari masing- masing siswa kita agar siswa bisa menemukan cara mereka untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif dalam kegiatan pembelajaran.  Pada saat awal tahun ajaran 2020-2021 saya ditempatkan di kelas V A yang mana saya belum mengetahaui bagaimana karakter masing-masing siswa. Setelah dua bulan berjalan pembelajaran saya menemukan beberapa kendala, anak-anak disana rajin tetapi kurang kreatif dalam membuat tugas yang di berikan. Mereka cendrung hanya mengerjakan tugas yang diberikan sebatas hanya sekedar selesai saja. Melihat kondisi ini saya mencoba dengan melakukan kegiatanan pembelajaran yang dapat membangkitkan kreatifits siswa dengan eksplorasi.

Saya berharap dengan melakukan pembelajaran ini dapat pengembangan kreatifitas anak-anak dan menambah semangat dalam belajar. Karena di kelas ini masih banyak anak-anak yang masih malu dalam berpendapat untuk mengeksplor dirinya dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini. Dengan kegiatan kelompok yang dilakukan ini diahrapkan anak-anak bisa membangun kerjasama yang baik didalam kelompok, bisa menunjukan ide-ide kreatif dengan mengeksplorasi diri. Dengan dilakukan kegiatan ini juga  mereka bisa menerapkan serta mempraktekan gotong royong, memunculkan ide-ide kreatif anak-anak dan membuat anak-anak menjadi mandiri dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Sehingga kedepannya menjadi pribadi  yang memiliki karakter baik dan terwujudnya pelajar  yang memiliki profil Pancasila.

Saat awal kegiataan saya merancang pertemuan oline untuk membahas pembelajaran yang akan dilakukan. Pertemuan ini kita membahas apa yang ingin di pelajhari anak-anak dari pembelajaran yang saya paparkan dan saya memcoba mengali pendapat anak-anak tentang metode yang mereka harapkan dengan  pertanyaan agar mereka kedepannya menjadi lebih aktif dan keatif menuangkan ide-ide dalam pembelajatan juga semangat untuk belajar. Disini juga anak-anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaanya dan menceritakan pelajanan yang kedepannya yang mereka ingin ketahui dari materi yang diberikan guru.

Setelah pertemuan online saya merancang pembelajaran yang berbasis projek bersama untuk mereka garap sesuai dengan apa yang sudah direncanakan saat pertemuan online. Pada tahap perencanaan ini saya mencoba merancang pembelajaran yang memusatkan pembelajaran pada siswa bisa berkolaborasi dengan teman untuk bisa mengeksplorasi materi yang diberikan dan menuangkan dengan kegiatan yang yang dapat memuculkan ide kreatif dari masing-masing kelompok.

Setelah mereka membentuk kelompok anak-anak mulai membahasa materi yang diberikan. Anak-anak melakukan diskusi kelompok yang rumahnya berjauhan mereka melakukan pertemuan secara online, sedangkan yang rumahnya berdekatan mereka langsung melakukan dikusi kelompok secara offline dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Dalam kegiatan diskusi mereka membagi tugas untuk mencari tau tentang materi yang diberikan, menulis hasil diskusi dan mempersiapkan presentasi yang akan disampaikan . Setiap kelompok belajar cara menyampaikan hasil diskusi mereka dengan melakukan  presentasi kecil di kelompok sebelum akan di presentasikan pada pertemuan zoom kelas. 

Siswa melanjutkan dengan mencoba mengeksplor diri mereka dari melihat disekitar untuk berimajinasi untuk menemukan sebuah ide baru dengan cara pandang mereka. Siswa  mencoba mencatat ide-ide dari teman dan mengambil kesepakatan yang akan dilakukan untuk projek yang akan dipraktekkan. Selanjutnya siswa mencoba mencari informasi dari berbagai media yang mendukung rencana yang mereka buat termasuk juga menghubungi orang yang ahli dibidangnya. 

Pada perencanaan aksi pertama dan setelah dilakukan siswa menyepakati untuk membentuk sebuah kelompok kerja dalam merancang tugas yang dilakukan dan di pantau secara online oleh guru. Pada aksi awal ini mencoba meningkatkan keaktifan dan keberanian siswa untuk mengambil keputusan dan berkolaborasi dengan teman untuk mengolah informasi bersama-sama sebelum mereka mengkomunikasikan kepada teman-temannya melalui kegiatan presentasi melalui zoom. Berawal dari siswa yang kreatif dan aktif dalam kegiatan pembelajaran ada 4 orang dari 20 siswa,  sekarang anak-anak yang sudah mulai aktif dan kreatif menuangkan ide-idenya ada 10 orang dari 20 siswa yang sudah berani menunjukan kreatifitas mereka dalam pembelajaran yang dilakukan..

Perencanaan aksi kedua dengan membuat projek untuk menciptakan sebuah produk yang berkaitan dengan menjaga kesehatan, kebetulan materi tematik saat pembelajaran ini adalah sehat itu penting. Disini anak tertantang membuat sebuah produk secara bebas untuk menjaga kesehatan, ada diantaranya membuat produk sirup jahe merah, Teh herbal, minuman penghangat badan dan senam yoga sehat. Disini mulai keliatan awalnya mereka malu berpendapat dan berbicara mereka berusaha melawan rasa takut dalam diri. Anak-anak yang awalnya malu dan grogi bicara sekarang sudah mulai berani walaupun belum sempurna karena ini pembelajaran merupaka sebuah proses. Sekarang rata-rata anak-anak di kelas sebagian besar sudah mulai berani mengungkapkan perasaanya, ide-ide yang mereka miliki dan mulai bertanya dan belajar memberi pendapat.

Saat akhir dari pelajaran saya mencoba menanyakan persasaan siswa, semua siswa mengatakan sangat senang dengan pembelajaran yang berhubungan dengan praktek langsung karena mereka merasa belajar menjadi sangat menyenagkan. Mereka juga merasa sangat tertantang untuk menemukan ide dan menyamakan persepsi dengan kelompok mereka agar mereka tetap selalu bisa bekerjasama dengan baik. Mereka juga bisa memaknai pembelajaran yang mereka lakukan dan ada satu kelompok bahkan membuat produk yang layak jual dan hasil penjualan yang dilakukan seluruhnya di sumbangkan dengan iklas. Kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama dari orang tua yang sangat aktif mendukung setiap kegiatan yang dilakukan dan selalu mengajak memaknai setiap kegiatan.

Dalam pembelajaran terkadang ada keberhasilan dan kegagalan yang terpenting sebenarnya adalah proses bukan hasil akhir. Dalam keberhasilan yang terjadi merupakan sebuah respon positif yang patut di lakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kreatifitas anak-anak dalam berkarya dan tentunya seorang guru juga harus terus berinofasi dengan sebuah perubahan. Dalam keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat anak-anak dan dukungan orang tuanya yang sportif dan komunikatif dengan guru. Kegagalan yang terjadi tidak semata-mata karena anak-anak atau guru yang tidak berhasil tetapi perlu sebuah proses perencanaan yang lebih matang dan kondisi yang kondusif yang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kegagalan juga disebabkan kondisi lingkungan dan keluarga yang tidak mendukung seorang anak untuk berkembang secara maksimal dan juga tergantung perkembangan kemampuan anak. Memberikan kesempatan anak berkembang sesuai dengan kodratnya sangat penting sehingga tidak menuntuk anak secata instan tapi lebih memberi proses mereka untuk berkembang dengan baik

            Dalam sebuah pelaksanaan pembelajaran tentu  ada sebuah evaluasi yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran untuk melakukan sebuah perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dirancang. Perbaikan yang saya lakukan berikutnya merancang pembelajaran lebih baik lagi, melakukan komunikasi secara intens dengan orang tua dan mempelajari lebih dalam lagi karakter siswa agar saya sebagai guru melih memahami bakat dan minat mereka.

 

Penutup

Kemerdekaan dalam pembelajaran yang mana siswa menjadi pusatnya memerlukan sebuah proses dan usaha yang tidak henti-hentinya yang harus dilakukan oleh guru dalam merancang pembelajaran yang menarik. Selain itu diperlukan kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendukung siswa dalam pembelajaran kerjasama seperti sebuah sepeda yang mana guru adalah ban depan, orang tua ban belakang sebagai pendukung sedangkan yang mengayuh sepeda adalah siswa. Jadi  keduanya harus saling bersinergi untuk membimbing anak-anak agar mereka bisa sampai pada tujuanya.

 

Daftar Pustaka

Iwinsah, Rian.2020. Menakar Konsep “Merdeka Belajar” https://intens.news/menakar-konsep-merdeka-belajar/ (Diakses 13 Januari 2020)

Kemendikbud. 2020. Reformasi Pendidikan  Nasional Melalui Merdeka Belajar. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/reformasi-pendidikan-nasional-melalui-merdeka-belajar (Diakses 6 Mei 2020)

Dewantara, K.H. (2009). Menuju Manusia Merdeka. Yogyakarta: Leutika

 

 

Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan Aksi Nyata





 


Vidio hasil karya siswa



Kegiatan link  aktifitas presentasisiswa

1.      https://guruinovatif-my.sharepoint.com/:v:/g/personal/kadekyuliantari365_guruinovatif_net/Ef6sfV1EH3RIhd7iiEVB67MB6iv_vi8IaUu1kQvfh29lVQ?e=xpzeqZ

2.      https://guruinovatif-my.sharepoint.com/:v:/g/personal/kadekyuliantari365_guruinovatif_net/Ef6sfV1EH3RIhd7iiEVB67MB6iv_vi8IaUu1kQvfh29lVQ?e=xpzeqZ

3.      

  Apa Itu Kurikulum?      Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami ...