Aksi Nyata CGP – Kadek Yuliantari –
Membangkitkan Kreatifitas Dengan Eksplorasi
Membangkitkan Kreatifitas Dengan Eksplorasi
Di Kelas V A Semester 1 SD Sathya Sai Denpasar
Oleh : Kadek Yuliantari
Pendahuluan
Pendidikan merupaka
sebuah transformasi menuju arah yang positif. Menurut Ki Hajar Dewantara (2009)
pengajaran (onderwijs) adalan bagian
dari pendidikan. Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau
berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan
pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan
terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mencapai keselamatan
dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun
sebagai angota masyarakat. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan
peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi
peranannya di masa yang akan datang.
Setiap anak yang dilahirkan pasti
memiliki keistimewaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Disinilah
kita sebagai pendidik harus mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan agar
proses belajar anak benar-benar atas kesadaraannya sendiri dan merdeka atas
pilihannya. Diperlukan waktu yang cukup serta kesabaran dalam memfasilitasi,
agar anak mampu untuk mengenali potensinya. Karena bakat anak bisa tumbuh ketika
anak sudah memiliki minat dan mau berlatih untuk mengasah keterampilannya.
Dalam mengawali proses belajar, pendidik juga perlu memiliki kemampuan
mendengar yang baik. Tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan mendikte
anak-anak atas kehendak pendidik.
Strategi pembelajaran yang memerdekakan,
menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna dan proses pembelajaran
lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandangan siswa.
Aktivitas belajar lebih menekankan pada ketrampilan berfikir kritis, analisis,
membandingkan, generalisasi, memprediksi, dan menyusun hipotesis. Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran yang
memerdekakan menekankan pada proses penyusunan makna secara aktif yang
melibatkan ketrampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks
nyata.
Keaktifan siswa dengan eksplorasi
sangatlah penting ini merupakan suatu tuntutan pendidikan dan kehidupan saat
ini. Kreativitas akan menghasilkan berbagai inovasi dan perkembangan baru dalam
suatu kehiduapan. Potensi kreatif sangat penting dimiliki anak-anak dalam
menghadapi tantangan hidupnya dimasa depan. Anak-anak yang memiliki kemampuan
kreatif mampu mengeksplorasi dirinya dengan ciri rasa ingin taunya besar,
senang bertanya, imajinasi tinggi, berani menghadapui resiko, senang akan
hal-hal yang baru dan sebagainya.
Hadiyati
dalam artikel kreativitas dan cara-cara yang bisa anda lakukan untuk
meningkatkannya mendefinisikan kreativitas sebagai inisiatif terhadap suatu
produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu
tugas yang lebih bersifat heuristic
yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap
yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu
yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah: terbuka terhadap pengalaman, suka
memperhatikan, melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan,
menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap
sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan
bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi
subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang
diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, kemampuan untuk
mengkombinasikan banyak gagasan, orisinil, responsif terhadap perasaan, terbuka
terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal,
berpikir dalam imajinasi, selektif.
Hadiyati
kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa memahami kreativitas (daya cipta) akan
mem-berikan dasar yang kuat untuk membuat modul atau perangkat tentang
kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah adanya kemampuan yang
kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang baru, misalnya:
sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai corporate
baru, proses-proses manufacture yang baru, produk-produk dan jasa-jasa baru,
cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan
keputusan.
Kreatifitas
akan menjadi modal bagi generasi mendatang mewujudkan masyarakat yang produktif
dan inovatif. Hal ini dikarenakan kreatifitas berpotensi mewujudkan generasi
mendatang yang mampu mengeksplorasi potensi diri dalam menemukan ide untuk
menyelesaikan permasalahan. Situasi dan kenyataan yang yang dihadapi dilapangan
menunjukan bahwa pengembangan
kreatifitas siswa di kelas yang baru saya tangani belum terlaksana
dengan maksimal apa lagi saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang,
anak-anak sebagian besar masih belum berani menunjukan kreatifitasnya secara
maksimal.
Solusi
yang saya rancang untuk menagani permasalahan ini adalah dengan pembelajaran
yang berpihak pada siswa untuk meningkatakan keaktifan siswa dengan eksplorasi.
Sehingga dengan rancangan pembelajarain ini diharapkan berpusat pada siswa
menjadi lebih kreatif dalam menuangkan ide-ide dengan percaya diri.
Pembahasan
Esensi merdeka belajar adalah mengali
potensi terbesar guru dan siswa untuk berinovasi meningkatkan kualitas
pembelajaran secara mandiri. Guru tidak akan mungkin bisa tergantikan oleh
teknologi. Teknologi menjadi alat bantu guru untuk meningkatkan potensi merdeka
belajar. Untuk melakukan sebuah transformasi pembelajaran dalam ruang suatu
kelas harus banyak tanya, banyak coba dan banyak karya.
Setiap siswa sangatlah unik, tidak semua siswa
memiliki kemampuan dan daya serap yang sama. Merupakan tantangan sebagai guru
untuk menemukan keunikan dari masing- masing siswa kita agar siswa bisa
menemukan cara mereka untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif dalam kegiatan
pembelajaran. Pada saat awal tahun
ajaran 2020-2021 saya ditempatkan di kelas V A yang mana saya belum mengetahaui
bagaimana karakter masing-masing siswa. Setelah dua bulan berjalan pembelajaran
saya menemukan beberapa kendala, anak-anak disana rajin tetapi kurang kreatif
dalam membuat tugas yang di berikan. Mereka cendrung hanya mengerjakan tugas
yang diberikan sebatas hanya sekedar selesai saja. Melihat kondisi ini saya
mencoba dengan melakukan kegiatanan pembelajaran yang dapat membangkitkan
kreatifits siswa dengan eksplorasi.
Saya berharap dengan melakukan pembelajaran ini dapat pengembangan kreatifitas
anak-anak dan menambah semangat dalam belajar. Karena di kelas ini masih banyak
anak-anak yang masih malu dalam berpendapat untuk mengeksplor dirinya dalam
kegiatan pembelajaran jarak jauh ini. Dengan kegiatan kelompok yang dilakukan
ini diahrapkan anak-anak bisa membangun kerjasama yang baik didalam kelompok,
bisa menunjukan ide-ide kreatif dengan mengeksplorasi diri. Dengan dilakukan
kegiatan ini juga mereka bisa menerapkan
serta mempraktekan gotong royong, memunculkan ide-ide kreatif anak-anak dan
membuat anak-anak menjadi mandiri dalam melaksanakan tugas yang diberikan.
Sehingga kedepannya menjadi pribadi yang
memiliki karakter baik dan terwujudnya pelajar
yang memiliki profil Pancasila.
Saat
awal kegiataan saya merancang pertemuan oline untuk membahas pembelajaran yang
akan dilakukan. Pertemuan ini kita membahas apa yang ingin di pelajhari
anak-anak dari pembelajaran yang saya paparkan dan saya memcoba mengali
pendapat anak-anak tentang metode yang mereka harapkan dengan pertanyaan agar mereka kedepannya menjadi
lebih aktif dan keatif menuangkan ide-ide dalam pembelajatan juga semangat
untuk belajar. Disini juga anak-anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan
perasaanya dan menceritakan pelajanan yang kedepannya yang mereka ingin ketahui
dari materi yang diberikan guru.
Setelah pertemuan online saya
merancang pembelajaran yang berbasis projek bersama untuk mereka garap sesuai
dengan apa yang sudah direncanakan saat pertemuan online. Pada tahap
perencanaan ini saya mencoba merancang pembelajaran yang memusatkan
pembelajaran pada siswa bisa berkolaborasi dengan teman untuk bisa
mengeksplorasi materi yang diberikan dan menuangkan dengan kegiatan yang yang
dapat memuculkan ide kreatif dari masing-masing kelompok.
Setelah mereka membentuk kelompok anak-anak mulai membahasa materi yang diberikan. Anak-anak melakukan diskusi kelompok yang rumahnya berjauhan mereka melakukan pertemuan secara online, sedangkan yang rumahnya berdekatan mereka langsung melakukan dikusi kelompok secara offline dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Dalam kegiatan diskusi mereka membagi tugas untuk mencari tau tentang materi yang diberikan, menulis hasil diskusi dan mempersiapkan presentasi yang akan disampaikan . Setiap kelompok belajar cara menyampaikan hasil diskusi mereka dengan melakukan presentasi kecil di kelompok sebelum akan di presentasikan pada pertemuan zoom kelas.
Siswa melanjutkan dengan mencoba mengeksplor diri mereka dari melihat disekitar untuk berimajinasi untuk menemukan sebuah ide baru dengan cara pandang mereka. Siswa mencoba mencatat ide-ide dari teman dan mengambil kesepakatan yang akan dilakukan untuk projek yang akan dipraktekkan. Selanjutnya siswa mencoba mencari informasi dari berbagai media yang mendukung rencana yang mereka buat termasuk juga menghubungi orang yang ahli dibidangnya.
Pada
perencanaan aksi pertama dan setelah dilakukan siswa menyepakati untuk
membentuk sebuah kelompok kerja dalam merancang tugas yang dilakukan dan di
pantau secara online oleh guru. Pada aksi awal ini mencoba meningkatkan
keaktifan dan keberanian siswa untuk mengambil keputusan dan berkolaborasi
dengan teman untuk mengolah informasi bersama-sama sebelum mereka
mengkomunikasikan kepada teman-temannya melalui kegiatan presentasi melalui
zoom. Berawal dari siswa yang kreatif dan aktif dalam kegiatan pembelajaran ada
4 orang dari 20 siswa, sekarang
anak-anak yang sudah mulai aktif dan kreatif menuangkan ide-idenya ada 10 orang
dari 20 siswa yang sudah berani menunjukan kreatifitas mereka dalam
pembelajaran yang dilakukan..
Perencanaan
aksi kedua dengan membuat projek untuk menciptakan sebuah produk yang berkaitan
dengan menjaga kesehatan, kebetulan materi tematik saat pembelajaran ini adalah
sehat itu penting. Disini anak tertantang membuat sebuah produk secara bebas
untuk menjaga kesehatan, ada diantaranya membuat produk sirup jahe merah, Teh
herbal, minuman penghangat badan dan senam yoga sehat. Disini mulai keliatan
awalnya mereka malu berpendapat dan berbicara mereka berusaha melawan rasa
takut dalam diri. Anak-anak yang awalnya malu dan grogi bicara sekarang sudah
mulai berani walaupun belum sempurna karena ini pembelajaran merupaka sebuah
proses. Sekarang rata-rata anak-anak di kelas sebagian besar sudah mulai berani
mengungkapkan perasaanya, ide-ide yang mereka miliki dan mulai bertanya dan
belajar memberi pendapat.
Saat
akhir dari pelajaran saya mencoba menanyakan persasaan siswa, semua siswa
mengatakan sangat senang dengan pembelajaran yang berhubungan dengan praktek
langsung karena mereka merasa belajar menjadi sangat menyenagkan. Mereka juga
merasa sangat tertantang untuk menemukan ide dan menyamakan persepsi dengan kelompok
mereka agar mereka tetap selalu bisa bekerjasama dengan baik. Mereka juga bisa
memaknai pembelajaran yang mereka lakukan dan ada satu kelompok bahkan membuat
produk yang layak jual dan hasil penjualan yang dilakukan seluruhnya di
sumbangkan dengan iklas. Kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama dari orang
tua yang sangat aktif mendukung setiap kegiatan yang dilakukan dan selalu
mengajak memaknai setiap kegiatan.
Dalam pembelajaran terkadang ada keberhasilan dan kegagalan yang terpenting sebenarnya adalah proses bukan hasil akhir. Dalam keberhasilan yang terjadi merupakan sebuah respon positif yang patut di lakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kreatifitas anak-anak dalam berkarya dan tentunya seorang guru juga harus terus berinofasi dengan sebuah perubahan. Dalam keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat anak-anak dan dukungan orang tuanya yang sportif dan komunikatif dengan guru. Kegagalan yang terjadi tidak semata-mata karena anak-anak atau guru yang tidak berhasil tetapi perlu sebuah proses perencanaan yang lebih matang dan kondisi yang kondusif yang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kegagalan juga disebabkan kondisi lingkungan dan keluarga yang tidak mendukung seorang anak untuk berkembang secara maksimal dan juga tergantung perkembangan kemampuan anak. Memberikan kesempatan anak berkembang sesuai dengan kodratnya sangat penting sehingga tidak menuntuk anak secata instan tapi lebih memberi proses mereka untuk berkembang dengan baik
Dalam sebuah pelaksanaan
pembelajaran tentu ada sebuah evaluasi
yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran untuk melakukan sebuah
perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dirancang. Perbaikan yang saya
lakukan berikutnya merancang pembelajaran lebih baik lagi, melakukan komunikasi
secara intens dengan orang tua dan mempelajari lebih dalam lagi karakter siswa
agar saya sebagai guru melih memahami bakat dan minat mereka.
Penutup
Kemerdekaan
dalam pembelajaran yang mana siswa menjadi pusatnya memerlukan sebuah proses
dan usaha yang tidak henti-hentinya yang harus dilakukan oleh guru dalam
merancang pembelajaran yang menarik. Selain itu diperlukan kerjasama antara
guru dan orang tua dalam mendukung siswa dalam pembelajaran kerjasama seperti
sebuah sepeda yang mana guru adalah ban depan, orang tua ban belakang sebagai
pendukung sedangkan yang mengayuh sepeda adalah siswa. Jadi keduanya harus saling bersinergi untuk
membimbing anak-anak agar mereka bisa sampai pada tujuanya.
Daftar
Pustaka
Iwinsah, Rian.2020. Menakar Konsep “Merdeka Belajar” https://intens.news/menakar-konsep-merdeka-belajar/ (Diakses 13 Januari 2020)
Kemendikbud. 2020. Reformasi Pendidikan Nasional Melalui Merdeka Belajar. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/reformasi-pendidikan-nasional-melalui-merdeka-belajar (Diakses 6 Mei 2020)
Dewantara, K.H. (2009). Menuju Manusia Merdeka. Yogyakarta: Leutika
Vidio hasil karya siswa
Kegiatan link aktifitas presentasisiswa
3.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar