Sabtu, 06 Maret 2021

Koneksi Antar Materi 2.2.a.9 - Pembelajaran Sosial dan Emosional

Koneksi Antar Materi 2.2.a.9

CGP_Denpasar_ Kadek Yuliantari

Pembelajaran sosial emosional



        Mengapa pembelajaran sosial emosional sangat penting? Jika kita kembali lihat kebelakang sistem pendidikan kita di Indonesia setelah merdeka tidak mengalami banyak perubahan bisa dikatakan masih jalan ditempat, guru hanya mengajar siswa hanya mengisi otak siswa dengan pembelajaran berupa hapalan untuk mengejar nilai bagus. Sekolah mentarget nilai ujian sekolah yang tinggi dengan mengunakan berbagai cara yang untuk sebuah gengsi. Bisa kita lihat apa yang terjadi dengan generasi muda kita sangat mudah untuk terasut dengan pergaulan yang kurang baik, ikut-ikutan tawuran, ikut dalam aksi demo dan melakukan pengerukakan, meningkatnya kehamilan pada usia remaja. Mengapa ini bisa terjadi? Ini terjadi karena kurangnya pemahaman kita sebagai guru dan orang tua akan pentingnya pendidikan sosial emosional yang harus kita tanamkan pada anak kita sejak dini.

        Pembelajaran sosial emosional adalah proses pembelajaran untuk belajar mengelola emosi, peduli dengan sesama, mengenali emosi yang dialami, membuat sebuah keputusan yang baik, berprilaku yang baik dan bertanggung jawab, serta mengembangkan prilaku yang positif. Pembelajaran  sosial emosional memiliki peranan yang sangatlah penting dalam membentuk karakter seseorang. Pembelajaran sosial emosional sangat penting untuk diterapkan oleh seorang guru dalam mendidik siswa karena guru yang harus memiliki kesadaran penuh untuk bisa memahami dirinya, mengatur emosi, memiliki rasa empati, memiliki kemampuan berinteraksi sosial dan berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Pembelajaran sosial emosional juga memiliki fungsi untuk mengajarkan anak-anak ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan anak untuk menjadi pribadi atau individu yang sadar akan dirinya sendiri dan sadar terhadap lingkungan sosial disekitarnya dan mampu melatih siswa mampu membuat keputusan yang kopeten dan bertangung jawab.

Lima komponen pembelajaran sosial emosional antara lain

1.      1. Kesadaran Diri (Pengenalan Emosi)

 


 


 




2.      2.  Pengelolaan Diri (Pengolahan  Emosi dan Fokus)

3.      3. Kesadaran Sosial (Empati)

4.     4. Ketrampilan Sosial (Resiliensi)


5.     5.  Pengambilan Keputusan  yang bertangung Jawab

        Hubungan pembelajaran sosial emosional dengaan pembelajaran sebelunya, dimana pembelajaran sosial emosional puncak atau hasil yang diharapkan dalam pembelajaran sosial emosional ini yaitu wellbeing yaitu konmdisi nyaman , sehat dan kebahagian. Sedangkan Kihajar Dewantara menyatakan bahwa maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat”. Jadi bisa dikatakan keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kebahagiaan agar tercipta generasi yang berkarakter dan menjadi manusia yang seutuhnya (Human Excellent) yang mana kesadaran penuh yang  menjadi dasar atau sebuah tuntunan untuk membangun diri. Sebagai manusia kita beralar untuk mengenal emosi dan megelola emosi, memiliki kesadaran sosial (empati) didalam lingkungan masyarakat , bisa mengelola dan menyelesaikian permasalahan yang dihadapi, berani mengambil keputusan yang bertangung jawab dalam kehidupan dan siap menghadapi tantangan dimasa mendatang.

Pendidikan harus seimbang antara pengetahuan dan spiritual yang dimiliki siswa bagaikan burung yang dapat terbang hanya dengan kedua sayapnya. Begitu juga dalam dunia pendidikan saat ini kita bagaikan membangun sebuah rumah yang mana dasarnya adalah sebuah tuntunan berkedasaran penuh yang harus kokoh, jendela, pintu, tembok, pentilasi, kunci adalah lima komponen pembelajaran sosial emosional dan kodrat anak. Atapnya adalah wellbeing, keselamatan dan kebahagiaan. Demikian juga dengan guru harus memiliki pondasi yang kokoh dengan berkesadaran penuh, dengan menerapkan lima komponen sosial emosional agar siap melakukan pelayanan terhadap siswa secara maksimal dan mendidik generasi bangsa lebih baik lagi sebagai persembahan terhadap bangsa Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Apa Itu Kurikulum?      Kurikulum memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembelajaran dan sangat penting kita sebagai pendidik memahami ...